Kelahiran Louis Braille
Lahir di Coupvray, Prancis. Pada usia 3 tahun, ia mengalami kecelakaan jarum di bengkel pelana ayahnya hingga kehilangan penglihatan di kedua matanya.
Mengenal Sistem Tulisan Tunanetra dengan Mudah & Menyenangkan
Sistem Braille adalah bukti kejeniusan manusia dalam mengubah sentuhan menjadi literasi dan pengetahuan. Situs ini dirancang untuk mahasiswa PLB, guru, relawan, orang tua, dan siapa pun yang ingin mempelajari alfabet Braille secara mandiri, rapi, dan terstruktur.
2 kolom × 3 baris yang pas di satu ujung jari telunjuk.
Kisah inspiratif seorang remaja berusia 15 tahun yang membebaskan jutaan disabilitas netra di seluruh dunia dari ketertinggalan literasi.
Lahir di Coupvray, Prancis. Pada usia 3 tahun, ia mengalami kecelakaan jarum di bengkel pelana ayahnya hingga kehilangan penglihatan di kedua matanya.
Kapten militer Charles Barbier memperkenalkan "Ecriture Nocturne" (tulisan malam), kode 12 titik timbul militer. Namun kode ini terlalu besar dan rumit bagi jari manusia.
Pada usia 15 tahun di Institut Paris, Louis Braille menyederhanakannya menjadi matriks 6 titik kompak. Ujung jari dapat meraba seluruh titik tanpa perlu menggeser posisi tangan!
Setiap tanggal 4 Januari diperingati sebagai Hari Braille Sedunia. Sistem Braille terus berkembang di era digital melalui Refreshable Braille Display.
"Akses terhadap komunikasi dalam pengertian yang seluas-luasnya adalah akses terhadap pengetahuan. Itu adalah hal yang sangat vital jika kita tunanetra tidak ingin dipandang remeh atau dikasihani."— Louis Braille (1809 – 1852), Penemu Sistem Braille
Braille bukan bahasa tersendiri, melainkan kode alfabetis berbasis pola logika yang sangat teratur, simetris, dan mudah diingat.
Satu sel Braille terdiri dari 2 kolom dan 3 baris titik:
26 = 64 kombinasi karakter.
Hanya menggunakan 4 titik di baris atas dan baris tengah (Titik 1, 2, 4, dan 5). Titik 3 dan titik 6 sama sekali belum digunakan.
A — J menggunakan baris atas & tengah
Ambil pola huruf A sampai J, lalu cukup tambahkan Titik 3 di kiri bawah. Contoh: Huruf A (titik 1) + titik 3 = Huruf K (titik 1, 3).
[A — J] + Titik 3 = [K — T]
Ambil pola huruf K sampai T, lalu tambahkan Titik 6 di kanan bawah.
Catatan Khusus: Huruf W dirancang terpisah (titik 2, 4, 5, 6) karena dalam bahasa Prancis abad ke-19 belum memakai huruf W.
[K — T] + Titik 6 = [U — Z] (Kecuali W)
Pilih dan dengarkan pembacaan tiap huruf, pelajari jembatan keledai (mnemonik), serta kirim langsung polanya ke simulator interaktif.
Sentuh atau klik tombol titik 1 sampai 6 (atau gunakan tombol angka 1 - 6 pada keyboard). Sistem akan otomatis mendeteksi huruf apa yang Anda bentuk disertai umpan balik suara!
Uji pemahaman Anda melalui kuis seru ramah pembaca layar dan keyboard. Tersedia 3 mode permainan untuk semua tingkat kemampuan.